Menhan AS: Perang Iran Dikatakan Sebagai Bagian dari Misi Ilahi Leo

Dalam kunjungannya yang bersifat apostolik ke Kamerun pada hari Kamis, Paus Leo XIV mengangkat isu penting mengenai penggunaan agama sebagai justifikasi untuk peperangan.
“Celakalah mereka yang memanfaatkan agama dan bahkan nama Tuhan demi kepentingan militer, ekonomi, dan politik mereka sendiri, menyeret hal-hal suci ke dalam kegelapan dan kenistaan,” tulis Paus Leo dalam akun media sosialnya, sebagaimana dilaporkan pada hari Jumat.
Sejalan dengan pernyataan tersebut, Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, juga memberikan komentar kepada wartawan di Gedung Putih. Ia mengaitkan para pemimpin yang menggunakan agama dengan kaum Farisi dalam tradisi Kristen, yang dikenal sebagai kelompok yang menyaksikan mukjizat Yesus tetapi tetap tidak percaya.
Menurut laporan dari Middle East Eye, konteks mukjizat yang dimaksud di sini berkaitan dengan keberhasilan militer AS selama konflik yang berlangsung. Dalam perang melawan Iran yang dimulai pada 28 Februari, tercatat lebih dari 3.000 warga Iran kehilangan nyawa mereka.
Hegseth tampak berulang kali menyebut nama Tuhan dalam setiap pengarahan di Pentagon, menegaskan bahwa konflik dengan Iran merupakan bagian dari misi Ilahi bagi Amerika Serikat.
Pernyataan Menteri Pertahanan tersebut bertentangan dengan sikap Paus Leo yang selama ini dikenal menentang segala bentuk peperangan. Penolakan Paus terhadap perang bukanlah hal yang mengejutkan bagi Vatikan, yang secara konsisten mengadvokasi perdamaian.
Namun, hal yang berbeda terlihat pada reaksi Donald Trump, presiden AS saat itu, yang dengan tegas mengkritik Paus Leo karena dianggap tidak sejalan dengan kepentingan negara.
“Saya harus melakukan apa yang benar. Paus harus memahami hal itu. Sederhana saja, saya tidak memiliki masalah dengan Paus. Saudaranya justru sangat mendukung gerakan MAGA,” ungkap Trump kepada wartawan pada hari Kamis, setelah hampir seminggu saling sindir dengan Paus.
Trump juga mengekspresikan ketidaksetujuannya terhadap pernyataan Paus Leo mengenai izin bagi Iran untuk memiliki senjata nuklir.
“Saya tidak sedang berkonflik dengannya. Paus membuat pernyataan. Dia bilang Iran boleh memiliki senjata nuklir,” tegasnya.
Paus Leo sendiri tidak pernah memberikan tanggapan langsung terhadap tuduhan dari pihak AS mengenai upaya Iran dalam mengembangkan senjata nuklir.
➡️ Baca Juga: Pasokan Avtur dan BBM Selama Lebaran Dipastikan Aman oleh Menhub Dudy
➡️ Baca Juga: Kongres PDI-P Mundur, Djarot: Kami Konsentrasi ke Beberapa Hal Penting




