Negosiasi Tidak Berhasil, Trump Rencanakan Serangan Terbatas ke Iran

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, saat ini tengah mempertimbangkan untuk melanjutkan rencana serangan terbatas ke Iran, di samping penerapan blokade angkatan laut yang telah diumumkan sebelumnya di Selat Hormuz.
Menurut laporan yang diterbitkan oleh The Wall Street Journal, yang mengutip sumber-sumber terpercaya, keputusan untuk kembali menyerang Iran menjadi salah satu opsi yang tetap berada di meja Trump, beberapa jam setelah diadakannya pembicaraan di Islamabad, Pakistan, pada hari Minggu, 12 April 2026.
Di samping itu, Trump juga dirumorkan akan melanjutkan serangan berskala besar dengan menggunakan bom, meskipun sumber tersebut menekankan bahwa kemungkinan tersebut kecil. Hal ini disebabkan oleh risiko yang dapat menyebabkan ketidakstabilan lebih lanjut di kawasan tersebut serta ketidakberdayaan Trump untuk terlibat dalam konflik militer yang berkepanjangan.
Pembicaraan antara Iran dan AS di Islamabad dimulai pada hari Sabtu, setelah Trump mengumumkan gencatan senjata yang berlaku selama dua minggu. Namun, pada Minggu pagi, Wakil Presiden AS J.D. Vance mengungkapkan bahwa kedua belah pihak tidak mampu mencapai kesepakatan yang diharapkan.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menyatakan bahwa terdapat beberapa isu di mana kesepahaman telah dicapai, tetapi posisi Iran dan AS masih berbeda pada dua atau tiga poin penting yang menjadi penghalang utama.
Sebagai respons terhadap situasi ini, Trump mengumumkan bahwa pihaknya akan mulai memblokade semua kapal yang berusaha masuk atau keluar dari Selat Hormuz. Ia juga memberikan instruksi kepada Angkatan Laut AS untuk memantau dan mencegat semua kapal yang membayar kepada Iran untuk melintasi selat tersebut.
“Efektif segera, Angkatan Laut Amerika Serikat, yang merupakan yang terbaik di dunia, akan memulai proses MEMBLOKADE setiap dan semua kapal yang mencoba masuk atau keluar dari Selat Hormuz,” tulis Trump di akun media sosialnya, Truth Social, pada hari Minggu.
Trump menekankan bahwa militer AS berada dalam kondisi siap untuk menghadapi kekuatan Iran pada saat yang dianggap tepat.
“Pada suatu titik, kita akan mencapai kondisi di mana ‘SEMUA BOLEH MASUK, SEMUA BOLEH KELUAR’, tetapi Iran tidak akan membiarkan hal itu terjadi hanya dengan mengklaim, ‘mungkin ada ranjau di suatu tempat di luar sana,’ yang hanya diketahui oleh mereka. INI ADALAH PEMERASAN DUNIA,” ungkapnya dengan tegas.
Trump menegaskan bahwa pasukan AS akan memulai proses pemblokiran terhadap setiap kapal yang ingin masuk atau keluar dari Selat Hormuz, terutama yang telah membayar pungutan kepada Iran.
➡️ Baca Juga: World Press Photo Tangguhkan Kredit Foto Ikonik ‘Napalm Girl’
➡️ Baca Juga: Pentingnya Peran Pemandu Wisata dalam Meningkatkan Pengalaman Perjalanan Anda




