KONI Apresiasi Prestasi Berkuda dan Memanah Indonesia Setelah Borong 13 Medali di Rusia

Tim berkuda dan memanah Indonesia baru saja mencapai prestasi gemilang di arena internasional. Mereka berhasil meraih gelar juara umum pada ajang International Horseback Archery Alliance (IHAA) Asian Greater Championship 2026 yang diadakan di Moskow, Rusia.
Dalam kejuaraan tersebut, Indonesia sukses mengumpulkan total 13 medali, yang terdiri dari tujuh medali emas, tiga perak, dan tiga perunggu. Capaian ini membuat Indonesia berhasil mengungguli tim tuan rumah, Rusia, serta Kazakhstan.
Keempat atlet yang berkontribusi terhadap keberhasilan ini adalah Arsa Wening Arrosyad, Tio Fawaz Ananta, Hammas Syauqi Syahid, dan Dzaakir Alhanif. Mereka berkompetisi di kategori Young Rider, Senior, dan Junior, menunjukkan bakat dan dedikasi yang luar biasa.
Atas prestasi ini, Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI Purn Marciano Norman, memberikan apresiasi tinggi kepada para atlet. Marciano menerima keempat atlet tersebut di Kantor KONI Pusat, yang berlokasi di Senayan, Jakarta, pada tanggal 1 Oktober 2026.
“Saya sangat mengapresiasi keberhasilan para atlet yang telah meraih prestasi membanggakan. Ini adalah pencapaian yang luar biasa dan seharusnya menjadi inspirasi bagi kita semua. Prestasi dalam berkuda dan memanah menunjukkan potensi Indonesia di arena internasional,” ungkap Marciano dengan semangat.
Pelatih tim nasional Indonesia menilai bahwa kejuaraan di Rusia memberikan pengalaman berharga bagi para atlet. Mereka tidak hanya harus bersaing dengan atlet dari negara lain, tetapi juga harus beradaptasi dengan kondisi cuaca dan lingkungan pertandingan yang berbeda.
Pengalaman ini akan menjadi modal penting bagi para atlet dalam menghadapi kompetisi mendatang, termasuk World Championship Bintang 4. Keberhasilan meraih juara umum di tingkat Bintang 3 di Moskow diharapkan dapat menjadi pijakan untuk meningkatkan prestasi mereka ke depannya.
Menariknya, sebagian besar atlet Indonesia yang terlibat masih tergolong muda, sehingga mereka memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan berprestasi di masa yang akan datang.
Marciano juga menekankan pentingnya proses pembinaan yang berkelanjutan untuk memastikan bahwa cabang olahraga berkuda dan memanah dapat bersaing di tingkat multi-event internasional.
“Peningkatan prestasi tidak bisa instan. Para atlet harus melalui proses yang terbukti efektif. Harapannya, di masa depan mereka dapat mewakili Indonesia di ajang multi-event internasional, namun semua itu membutuhkan waktu dan persiapan yang matang,” jelas Marciano.
Menurut Marciano, atlet yang ingin berkompetisi di ajang seperti SEA Games harus mengikuti tahapan pembinaan dan kompetisi yang telah ditentukan, termasuk melalui pekan olahraga nasional (PON).
Selain itu, pembinaan harus diperkuat di berbagai kelompok usia. Marciano juga mendorong pengembangan atlet perempuan, agar Indonesia dapat memiliki lebih banyak wakil di kompetisi internasional mendatang.
➡️ Baca Juga: 5 Keterampilan Menguntungkan dalam Digital Marketing dan Desain untuk Meningkatkan Pendapatan
➡️ Baca Juga: Perundingan Israel-Lebanon di Washington DC Hari Ini, Difasilitasi Menlu AS Marco Rubio




