Michael Sianipar Menolak Naturalisasi untuk Timnas Futsal Indonesia, Fokus pada Talent Scouting dari 38 Provinsi

Ketua Umum Federasi Futsal Indonesia (FFI), Michael Sianipar, menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya lebih memilih untuk mengedepankan strategi pencarian bakat daripada melakukan naturalisasi pemain dalam upaya memperkuat Timnas Futsal Indonesia.
Michael menjelaskan bahwa FFI memiliki pendekatan yang berbeda dibandingkan dengan cabang olahraga sepak bola lainnya, dengan menitikberatkan pada eksplorasi bakat-bakat lokal. Ia menggarisbawahi bahwa Indonesia memiliki potensi yang sangat besar melalui kumpulan talenta yang tersebar di berbagai daerah.
Menurutnya, tim pelatih yang dipimpin oleh Hector Souto saat ini aktif melakukan pencarian pemain muda dengan melakukan kunjungan ke berbagai wilayah di Indonesia.
“Di futsal, konteks yang kita hadapi agak berbeda. Kita memiliki kumpulan talenta yang luas, dan saat ini kami sedang melaksanakan deteksi bakat untuk Timnas U-17,” ungkap Michael kepada para wartawan di GBK Arena, Senayan, Jakarta, pada Kamis, 16 April 2026.
FFI menetapkan target agar proses pencarian bakat ini mencakup seluruh wilayah Indonesia. Sebanyak 38 provinsi akan menjadi fokus dalam upaya menemukan bakat-bakat baru untuk memastikan adanya regenerasi pemain yang berkelanjutan.
“Target kami adalah mengunjungi 38 provinsi satu per satu. Ini adalah cara kami untuk memastikan adanya regenerasi, dan proses ini dimulai dari usia muda, baik di Timnas U-17 maupun di timnas AFF yang baru-baru ini bertanding,” jelas Michael.
Inisiatif ini terlihat jelas dari susunan skuad Timnas Futsal Indonesia yang berpartisipasi dalam Piala AFF Futsal 2026, yang didominasi oleh pemain-pemain muda dan debutan. Tercatat ada sejumlah pemain baru, termasuk lima di antaranya merupakan debutan, dan banyak di antaranya berusia di bawah 22 tahun.
Kebijakan ini diambil sejalan dengan upaya regenerasi yang dilakukan oleh FFI, di mana meskipun Timnas Futsal Indonesia sedang dalam proses regenerasi, mereka tetap mampu meraih prestasi yang membanggakan. Dalam beberapa tahun terakhir, skuad Garuda berhasil meraih gelar juara Piala AFF 2024 dan SEA Games 2025, serta berhasil menjadi runner-up di Piala Asia Futsal 2025 dan Piala AFF 2026.
Michael percaya bahwa regenerasi yang dimulai sejak usia dini merupakan kunci untuk menjaga keberlanjutan prestasi tim nasional di masa mendatang. Ia optimis bahwa banyak talenta potensial yang dapat ditemukan dan dikembangkan melalui kompetisi lokal hingga level usia dini.
Dengan menerapkan strategi ini, FFI menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah membangun fondasi tim yang berkelanjutan melalui pengembangan pemain muda, bukan dengan menambah pemain melalui proses naturalisasi.
➡️ Baca Juga: Sahroni Evaluasi Kinerja Korlantas Polri dalam Mengelola Arus Mudik 2026 dengan Catatan Penting
➡️ Baca Juga: Gunung Marapi Erupsi Selama 22 Detik, Warga Dilarang Dekati Kawah untuk Keamanan




