IHSG Mengalami Penurunan 18 Poin Akibat Ketidakpastian Gencatan Senjata AS-Iran

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terseret ke zona negatif pada akhir sesi perdagangan kali ini. IHSG mengalami penurunan sebesar 0,26 persen atau 18,40 poin, berakhir di level 6.971,03 pada penutupan pasar pada hari Selasa, 7 April 2026.
Analis dari Phintraco Sekuritas mencatat bahwa IHSG menunjukkan pergerakan yang fluktuatif akibat ketidakpastian yang melanda kawasan Timur Tengah. Situasi ini terkait dengan tenggat waktu yang ditetapkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bagi Iran untuk membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz. Ketidakpastian mengenai potensi gencatan senjata antara AS dan Iran memberikan dampak negatif bagi pasar.
“Meskipun demikian, sempat terjadi aktivitas bargain hunting pada beberapa saham yang dianggap sudah mengalami penurunan yang cukup dalam,” ungkap Analis Phintraco Sekuritas dalam laporan riset hariannya pada hari yang sama.
Total nilai transaksi yang tercatat hari ini mencapai Rp 13,44 triliun, dengan volume transaksi mencapai Rp 25,33 miliar. Investor melakukan transaksi sebanyak 1,72 juta kali.
Sektor industri menjadi yang paling tertekan dengan penurunan signifikan sebesar 2,63 persen. Selain itu, sektor konsumer non-siklikal dan teknologi juga mengalami koreksi yang cukup besar, masing-masing sebesar 0,99 persen dan 0,96 persen.
Sementara itu, sektor infrastruktur berhasil mencatatkan pertumbuhan terkuat dengan peningkatan sebesar 0,76 persen. Sektor keuangan juga menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 0,64 persen, diikuti oleh sektor energi yang melambung 0,20 persen.
“Secara teknis, indikator Stochastic RSI mendekati area overbought, namun pembentukan histogram positif pada MACD masih terus berlanjut,” ungkap Analis Phintraco Sekuritas.
Sentimen dari dalam negeri juga turut memengaruhi pasar, terutama terkait dengan upaya Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam melakukan perbaikan infrastruktur perdagangan untuk meningkatkan kualitas transaksi di pasar modal. BEI optimis bahwa evaluasi sistem perdagangan dengan skema Full Call Auction (FCA) dapat selesai pada kuartal kedua tahun 2026.
Beberapa emiten yang tergabung dalam jajaran unggulan LQ45 berhasil mencatatkan kenaikan harga meskipun IHSG mengalami penurunan. Berikut adalah tiga saham dengan performa terbaik di LQ45:
Barito Pacific Tbk (BRPT)
Saham BRPT mengalami lonjakan sebesar 8,55 persen atau 115 poin, ditutup di angka 1.460.
PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)
Saham BREN meningkat 6,65 persen atau 290 poin, mencapai level 4.650.
PT AKR Corporindo Tbk (AKRA)
Saham AKRA naik 5,66 persen atau 75 poin, dan ditutup pada level 1.400.
➡️ Baca Juga: Nutrisi Omega 3: Kunci Menjaga Fungsi Otak dan Kesehatan Mental yang Optimal
➡️ Baca Juga: Laptop Trading Saham Responsif untuk Memantau Grafik Real-time dengan Stabilitas Tinggi




