Akselerasi Swasembada Energi Nasional Melalui Peningkatan Nilai Tambah MIND ID

Holding Industri Pertambangan Indonesia, MIND ID, menunjukkan komitmen yang kuat dalam mendukung pelaksanaan Kebijakan Energi Nasional (KEN). Langkah ini diambil untuk mencapai swasembada energi yang pada gilirannya akan memperkuat kedaulatan nasional.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, MIND ID mengadakan sosialisasi perdana mengenai Peraturan Pemerintah (PP) No. 40 Tahun 2025 tentang Kebijakan Energi Nasional. Kegiatan ini berlangsung di Jakarta dan diselenggarakan oleh Dewan Energi Nasional (DEN) bekerja sama dengan MIND ID.
Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, menegaskan bahwa perusahaan ini siap berperan secara strategis dalam mendukung implementasi KEN. Melalui pengelolaan mineral dan batu bara yang terpadu serta pengembangan proyek-proyek strategis dari seluruh anggota, MIND ID berkomitmen untuk mendukung kemandirian, ketahanan, dan transisi energi nasional.
“Dengan sosialisasi ini, Grup MIND ID menegaskan keseriusannya dalam mendukung pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2025 serta mengikuti arahan dari Rencana Umum Energi Nasional,” ungkap Maroef dalam keterangannya.
Dalam upayanya untuk mencapai swasembada energi, MIND ID, melalui PT Bukit Asam Tbk, telah mengoptimalkan pengelolaan sumber daya dan cadangan batu bara untuk mendukung agenda ketahanan energi jangka panjang.
PT Bukit Asam mengelola cadangan batu bara sekitar 2,88 miliar ton dan sumber daya sebesar 5,72 miliar ton. Selain itu, perusahaan ini secara aktif meningkatkan kapasitas produksi dengan membangun Coal Handling Facility (CHF) dan Train Loading Station (TLS) 6–7, yang ditargetkan dapat menambah kapasitas angkutan hingga 20 juta ton per tahun. Dengan demikian, produksi batu bara diharapkan meningkat dari 43 juta ton menjadi lebih dari 60 juta ton per tahun.
Dalam upaya hilirisasi, MIND ID bersama seluruh anggota mendukung pembentukan ekosistem industri baterai kendaraan listrik dan penyimpanan energi. Ini diharapkan dapat mewujudkan ekosistem industri energi terbarukan yang lebih solid.
Mineral strategis seperti nikel, tembaga, bauksit, dan timah kini diproduksi dalam bentuk bahan baku yang siap untuk diproses lebih lanjut oleh sektor manufaktur.
“Kami berkomitmen tidak hanya untuk mengoptimalkan produksi mineral dan batu bara, tetapi juga meningkatkan nilai tambah melalui hilirisasi, memperkuat rantai pasok domestik, efisiensi energi, serta mengembangkan ekosistem industri yang berbasis energi bersih dan berkelanjutan,” tambah Maroef, menegaskan arah kebijakan perusahaan.
➡️ Baca Juga: Warga Keluhkan Proyek Tambang Timah yang Merusak Lahan
➡️ Baca Juga: Arti Kata Pragmatisme: Definisi dan Penjelasan Singkat
