10 Merek Mobil yang Terus Berada di Papan Bawah Meski Tidak Laris di Pasaran

Jakarta – Persaingan dalam industri otomotif di Indonesia tidak hanya melibatkan merek-merek yang mendominasi pasar dengan penjualan tinggi. Beberapa merek justru mencatatkan angka penjualan yang relatif kecil, sementara beberapa lainnya tidak terdaftar dalam laporan penjualan terbaru.
Berdasarkan data yang dirilis oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) pada 18 Oktober 2026, Maxus menempati urutan ke-41 dengan total penjualan sebanyak 171 unit. Di posisi berikutnya ada Farizon dengan 168 unit, diikuti oleh Subaru yang mencatat 166 unit. Volkswagen berada di urutan ke-44 dengan penjualan 151 unit, sementara Neta menempati posisi ke-45 dengan total penjualan 116 unit.
Di bawah Neta, Volvo Cars mencatat penjualan sebanyak 69 unit, menempatkannya di posisi ke-46. Audi berada di urutan ke-47 dengan hanya 17 unit terjual. Sementara itu, terdapat tiga merek lainnya, yaitu Lepas, BAW, dan Peugeot, yang tidak mencantumkan angka penjualannya dalam laporan tersebut.
Maxus, Farizon, dan Subaru memiliki angka penjualan yang cukup dekat satu sama lain. Selisih penjualan antara Maxus dan Subaru hanya lima unit. Volkswagen, dengan penjualan 151 unit, tertinggal 15 unit di belakang Subaru, sedangkan Neta memiliki selisih penjualan 35 unit dari Volkswagen.
Perbedaan penjualan semakin mencolok pada kelompok berikutnya. Angka penjualan Volvo Cars tercatat 47 unit lebih sedikit dibandingkan Neta. Di sisi lain, Audi tercatat menjual 52 unit lebih sedikit dibandingkan Volvo Cars.
Meskipun Lepas dan BAW tidak memiliki angka penjualan yang tercantum, hal ini tidak berarti bahwa tidak ada kendaraan yang terjual. Data tersebut hanya menunjukkan bahwa penjualan kedua merek ini belum dicatat dalam laporan yang merujuk.
Peugeot, di sisi lain, perlu dipahami dalam konteks yang berbeda. Merek asal Prancis ini telah menghentikan penjualan model baru di Indonesia sejak Mei 2024, sebagai bagian dari keputusan strategis dari prinsipal Stellantis. Namun, layanan purnajual tetap tersedia bagi para pemilik kendaraan Peugeot di Indonesia.
Dengan demikian, daftar terbawah dalam laporan penjualan Gaikindo diisi oleh Maxus, Farizon, Subaru, Volkswagen, Neta, Volvo Cars, Audi, Lepas, BAW, dan Peugeot. Perkembangan data pada periode mendatang akan menunjukkan perubahan posisi masing-masing merek di pasar otomotif Indonesia.
➡️ Baca Juga: TB Hasanuddin: Usulan Pajak Selat Malaka Berpotensi Meningkatkan Ketegangan Global
➡️ Baca Juga: ASEAN Tak Akan Membalas Tarif Trump, Kata Airlangga




