Tasya Farasya Ungkap Kenaikan Berat Badan 12 Kg Pasca Cerai dan Dampak Stresnya

Tasya Farasya, setelah perceraiannya, kembali menjadi sorotan publik dengan pengakuan yang cukup mengejutkan mengenai dampak emosional dan fisiknya. Dalam sebuah wawancara, ia mengungkapkan bagaimana perpisahannya dengan Ahmad Assegaf memicu perubahan signifikan dalam hidupnya, termasuk dalam aspek fisik yang mencolok.
Salah satu isu yang paling mencolok adalah kenaikan berat badannya yang mencapai 12 kilogram. Tasya mengakui bahwa kondisi mentalnya yang terganggu berkontribusi pada perubahan tersebut. Dampak emosional dari perceraian yang dialaminya ternyata tidak hanya merusak stabilitas psikologisnya, tetapi juga memengaruhi kesehatan fisiknya. Mari kita telaah lebih dalam kisahnya.
“Aku mengalami stres yang sangat berat dan tanpa sadar berat badanku meningkat 12 kg,” ungkap Tasya Farasya saat berbincang dengan Ivan Gunawan dalam sebuah sesi di YouTube pada tanggal 1 April 2026.
Ia juga mengisahkan bahwa sebelum perceraiannya resmi, ia sudah merasakan ada sesuatu yang tidak beres dalam rumah tangganya. Kegalauan ini membuatnya mengalami tekanan mental yang cukup berat, bahkan berujung pada masalah tidur yang serius.
“Aku stres luar biasa, insomnia menyerang, dan aku tidak bisa tidur sama sekali. Akhirnya, aku memutuskan untuk menjalani terapi tidur. Ini semua terjadi sebelum perceraian; perasaan intuisi seorang perempuan memang seringkali sangat kuat,” jelasnya.
Ketidaknyamanan ini terus mengganggu pikirannya. Ia merasa ada sesuatu yang disembunyikan, meskipun saat itu ia belum mengetahui secara mendalam apa yang sebenarnya terjadi dalam hubungan mereka.
“Ada perasaan tidak enak yang terus menghantuiku, seolah ada sesuatu yang besar akan datang dan ada rahasia yang disimpan,” tambahnya.
Seiring berjalannya waktu, kecurigaannya terbukti. Tasya akhirnya mengambil keputusan untuk menggugat cerai setelah menemukan bukti dugaan penggelapan dana yang melibatkan suaminya. Situasi ini semakin memperburuk kondisi emosional yang sudah goyah.
Lebih dari itu, ia juga sempat mengungkapkan tentang rumah impiannya yang akhirnya selesai dibangun setelah sekian lama ditunggu. Namun, kebahagiaan ini terasa kontras dengan akhir dari rumah tangga yang telah dibangunnya.
“Rumahku sudah siap, tetapi rumah tangga kami justru berantakan,” ujar Tasya saat berbincang dengan Ivan Gunawan.
Meski sempat berada di titik terendah dalam hidupnya, kini Tasya mulai menunjukkan kemajuan. Ia mengungkapkan bahwa dirinya telah berusaha untuk kembali menjalani hidup dengan lebih sehat dan stabil, bahkan berhasil menurunkan berat badan yang sempat meningkat drastis.
Perubahan yang dialami Tasya Farasya ini mencerminkan betapa pentingnya kesehatan mental dan fisik dalam kehidupan seseorang. Perpisahan, yang seringkali membawa dampak negatif, dapat berujung pada perubahan positif jika seseorang mampu bangkit dan beradaptasi.
Dengan berbagi pengalamannya, Tasya tidak hanya membuka mata publik tentang dampak emosional dari perceraian, tetapi juga memberi inspirasi bagi banyak orang yang mungkin mengalami hal serupa. Kenaikan berat badan Tasya Farasya bukan hanya sekadar angka, melainkan gambaran dari perjalanan emosional yang melelahkan.
Dengan langkah yang tepat dan dukungan yang baik, Tasya kini menunjukkan bahwa perubahan itu mungkin, dan hidup dapat kembali dijalani dengan lebih baik. Setiap tantangan, meskipun terasa berat, bisa menjadi batu loncatan untuk mencapai kondisi yang lebih baik.
Kisah Tasya adalah pengingat bahwa di balik setiap kesulitan, selalu ada harapan untuk kebangkitan. Ia menjadi contoh nyata bahwa dengan keberanian untuk menghadapi masalah, seseorang dapat mengubah arah hidupnya menjadi lebih positif.
➡️ Baca Juga: Prabowo Tegaskan Pejabat Jangan Selenggarakan Open House Lebaran Secara Mewah
➡️ Baca Juga: Korban Tewas Serangan Israel di Lebanon Mencapai 886, Termasuk 111 Anak dan 67 Perempuan




