Ressa Rizky Menanggapi Ajakan Denada untuk Tinggal Bersamanya di Jakarta

Jakarta – Pertemuan yang penuh emosi antara Denada dan putranya, Ressa Rizky Rossano, pada Kamis, 19 Maret 2026, di Jakarta Selatan, tidak hanya menciptakan momen haru, tetapi juga membuka peluang baru untuk memperbaiki hubungan mereka. Setelah waktu yang lama terpisah, pelukan hangat tersebut menandai awal dari pembicaraan yang lebih serius, termasuk mengenai gugatan yang sempat dilayangkan oleh Ressa.
Sebelum pertemuan tersebut, Ressa mengajukan gugatan terhadap Denada dengan tuduhan penelantaran anak. Namun, setelah bertemu secara langsung, muncul harapan bahwa konflik ini dapat diselesaikan dengan cara yang damai. Mari kita simak kelanjutan cerita ini.
Melalui manajernya, Risna Ories, pihak Denada memberikan penjelasan mengenai situasi tersebut. Ia menyatakan bahwa keinginan Ressa sebenarnya cukup sederhana dan tidak berlanjut pada tuntutan yang lebih rumit.
“Jadi, terkait gugatan ini, kita berharap bisa mencapai perdamaian. Ressa juga menegaskan, ‘Saya hanya ingin diakui’, itu saja, tidak ingin yang lain-lain,” ungkap Risna Ories, manajer Denada, di kediamannya yang terletak di Tangerang Selatan, Banten.
Dalam kesempatan yang sama, Risna mengaku telah berbincang langsung dengan Ressa untuk memahami lebih dalam mengenai keinginannya. Ia bahkan secara terbuka menanyakan langkah apa yang diharapkan Ressa ke depan.
“Saya sempat bertanya, ‘Ressa, mau bagaimana? Ressa maunya apa?’ Ressa bilang tidak mau apa-apa, dia hanya ingin pengakuan, tetapi sudah diungkapkan,” jawab Risna.
Meski begitu, terkait kelanjutan proses hukum, termasuk kemungkinan pencabutan gugatan, hingga saat ini belum ada keputusan yang pasti. Pihak Denada memilih untuk tidak berspekulasi dan lebih menunggu perkembangan dari situasi ini.
Di sisi lain, Denada memiliki harapan besar agar semua permasalahan ini dapat diselesaikan dengan baik dan tidak menimbulkan konflik yang berkepanjangan. Ia ingin hubungan dengan anaknya dapat berjalan harmonis tanpa adanya beban masalah hukum yang mengganggu.
“Apalagi Denada sangat berharap agar semuanya berjalan baik, semua masalah bisa teratasi, tidak ada yang berlarut-larut, karena itu sangat menguras energi,” jelas Risna.
➡️ Baca Juga: Satgas PKH Menentukan Denda Pelanggaran Setelah Penyegelan Tambang Nikel Mineral Trobos
➡️ Baca Juga: Sugianto Selamatkan 7 Lansia Saat Kebakaran di Korea




