Ubi Jalar atau Kentang Putih: Pilihan Terbaik untuk Mengontrol Gula Darah Menurut Ahli

Kentang sering kali dianggap sebagai makanan yang kurang sehat, terutama oleh mereka yang memiliki kekhawatiran tentang kadar gula darah. Banyak orang cenderung berpendapat bahwa ubi jalar lebih aman dibandingkan kentang putih. Namun, apakah anggapan ini benar?
Keduanya, baik ubi jalar maupun kentang putih, merupakan sumber nutrisi yang kaya dan dapat menjadi bagian dari pola makan yang sehat. Pengaruh keduanya terhadap gula darah tidak sesederhana hanya memilih satu jenis dan mengabaikan yang lain.
Ubi jalar terkenal dengan kandungan beta-karoten yang tinggi, yang diubah oleh tubuh menjadi vitamin A. Menurut ahli gizi Megan Huff, RDN, satu ubi jalar berukuran sedang dapat memenuhi sekitar 120 persen dari kebutuhan harian vitamin A seseorang. Mari kita telusuri lebih lanjut.
Nutrisi ini sangat penting bagi kesehatan mata, sistem kekebalan tubuh, dan pertumbuhan sel. Selain itu, ubi jalar juga mengandung vitamin C, kalium, mangan, dan sekitar 4 gram serat dalam setiap porsi yang berkontribusi pada kesehatan pencernaan dan kestabilan kadar gula darah. Kandungan serat prebiotik yang dimilikinya juga mendukung pertumbuhan bakteri baik dalam usus.
Di sisi lain, kentang putih memiliki keunggulan nutrisi yang sering kali diabaikan. Ahli gizi Lauren Manaker, M.S., RDN, LD, menjelaskan bahwa kentang putih merupakan sumber vitamin C yang mengejutkan.
Satu kentang berukuran sedang mengandung sekitar 20 persen dari kebutuhan harian vitamin C, yang berperan penting dalam mendukung sistem imun, membantu penyerapan zat besi, serta melindungi sel-sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Selain itu, kentang putih juga kaya akan kalium, dengan kandungan sekitar 867 miligram per buah, yang setara dengan sekitar 18 persen dari kebutuhan harian.
Salah satu komponen menarik dari kentang putih adalah pati resisten atau resistant starch. Jenis pati ini tidak sepenuhnya dicerna di usus halus, melainkan difermentasi di usus besar, berfungsi sebagai prebiotik.
Penelitian menunjukkan bahwa pati resisten dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan mendukung pengendalian gula darah. Menariknya, kadar pati resisten dapat meningkat jika kentang dimasak dan kemudian didinginkan sebelum dikonsumsi, misalnya dalam bentuk salad atau sebagai sisa makanan.
Pertanyaan yang muncul, mana yang lebih baik dalam hal pengendalian gula darah?
Jawabannya ternyata lebih kompleks daripada sekadar memilih antara ubi jalar atau kentang putih. Indeks glikemik, yang mengukur seberapa cepat makanan dapat meningkatkan kadar gula darah, dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk jenis varietas, metode memasak, dan ukuran porsi yang dikonsumsi.
➡️ Baca Juga: Bagaimana Bisnis Bisa Mengubah Hidupmu
➡️ Baca Juga: Sulit Cari Kerja di Jakarta, Niko Siap Jadi Apapun asal Pegawai Tetap




