Serial Perdukunan Korea “Battle of Fates” Pecahkan Rekor Popularitas “Moving

Serial realitas bertema supranatural asal Korea Selatan, yang berjudul Battle of Fates, telah mencapai pencapaian yang luar biasa di platform streaming.
Tayangan ini berhasil melampaui rekor popularitas yang sebelumnya dipegang oleh Moving, sekaligus mencatatkan diri sebagai serial dengan debut terbesar sepanjang waktu. Mari kita telusuri lebih dalam tentang kesuksesan ini!
Keberhasilan Battle of Fates diukur berdasarkan jumlah penonton yang menyaksikan tayangan ini dalam 12 hari pertama sejak peluncurannya. Tidak hanya memecahkan rekor di tingkat lokal, tetapi serial ini juga dinyatakan sebagai program dengan debut paling sukses sepanjang tahun 2026 di wilayah Asia Pasifik pada platform streaming tersebut. Mengingat respons penonton yang sangat positif, pihak Disney+ telah mengonfirmasi bahwa mereka sedang mempersiapkan adaptasi lokal untuk beberapa pasar internasional.
Acara ini pertama kali tayang pada 11 Februari dan langsung menarik perhatian publik berkat konsepnya yang unik. Berbeda dari kompetisi realitas lainnya, Battle of Fates mempertemukan berbagai praktisi ramalan dan spiritualitas untuk saling menguji kemampuan dalam membaca takdir.
Dalam kompetisi ini, sebanyak 49 peserta yang berasal dari berbagai latar belakang praktik spiritual saling beradu dalam beragam tantangan. Mereka mewakili berbagai metode peramalan yang dikenal di Korea, mulai dari praktik shamanisme tradisional, pembacaan kartu tarot, hingga saju, yang merupakan metode ramalan berdasarkan analisis tanggal lahir. Selain itu, ada peserta yang menggunakan teknik pembacaan wajah dan interpretasi telapak kaki.
Setiap babak dalam kompetisi ini dirancang untuk menguji ketepatan prediksi para peserta melalui berbagai skenario yang menantang. Beberapa peserta terlihat berkomunikasi dengan roh pemandu, sementara yang lain memanfaatkan alat-alat ritual seperti kipas, lonceng, dan batang dowsing. Menariknya, ada juga kontestan yang memadukan metode spiritual dengan pendekatan modern, menggunakan perangkat teknologi seperti laptop untuk menganalisis data.
Persaingan semakin ketat seiring berjalannya episode. Setiap kesalahan dalam prediksi dapat berujung pada eliminasi, sehingga para peserta dituntut untuk memberikan pembacaan takdir yang seakurat mungkin agar dapat melanjutkan ke babak berikutnya.
Pekan ini, episode puncak yang ditayangkan secara eksklusif akhirnya mengungkapkan siapa pemenang dari kompetisi ini. Dari sekian banyak peserta yang berpartisipasi, hanya satu yang berhasil dinobatkan sebagai pembaca takdir terbaik di Korea.
➡️ Baca Juga: Beasiswa Teknologi Informasi: Peluang Karir di Era Digital
➡️ Baca Juga: Catat, Segini Batasan Minum Kopi Biar Tak Bikin Ginjal Rusak




