Pasokan Avtur dan BBM Selama Lebaran Dipastikan Aman oleh Menhub Dudy

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menggarisbawahi bahwa pasokan avtur dan bahan bakar minyak (BBM) untuk operasional transportasi selama masa angkutan Lebaran 1447 Hijriah tetap terjamin aman, meskipun terdapat ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung di Timur Tengah.
Dudy menegaskan bahwa cadangan avtur dan BBM nasional cukup memadai hingga perayaan Lebaran 1447 Hijriah, sehingga aktivitas transportasi baik udara, darat, maupun laut dapat berlangsung tanpa hambatan selama periode mudik.
“Alhamdulillah, hingga Lebaran masih dalam kondisi aman, karena cadangan avtur dan BBM kita masih memadai,” ungkap Menhub dalam pertemuan dengan jurnalis di Jakarta pada Jumat malam.
Pernyataan tersebut disampaikan Dudy sebagai tanggapan terhadap pertanyaan media mengenai informasi dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, yang menyebutkan bahwa stok BBM nasional memiliki ketahanan sekitar 21 hari.
Menhub menjelaskan bahwa angka 21 hari tersebut mencerminkan kapasitas penyimpanan yang ada saat ini. Jika kapasitas penyimpanan ditingkatkan, pemerintah dapat menyimpan lebih banyak cadangan bahan bakar.
Ia menekankan, angka tersebut tidak berarti bahwa cadangan akan habis setelah 21 hari, karena pasokan bahan bakar akan terus diisi secara berkala untuk memastikan ketersediaan tetap terjaga.
“Jadi, angka 21 hari ini seharusnya dipahami bukan sebagai batas habis, melainkan sebagai titik minimum yang perlu kita sediakan. Jika terjadi pengurangan, Pertamina dan ESDM akan melakukan penambahan,” jelas Dudy.
Pemerintah berkomitmen untuk menjaga agar cadangan tetap berada di batas minimum 21 hari melalui mekanisme pengisian ulang saat stok mulai menipis, sehingga ketersediaan BBM nasional tetap stabil.
Dudy menambahkan, jika terjadi gangguan pada pasokan global, pemerintah masih memiliki alternatif untuk mendapatkan minyak dari negara pengeskpor lain, sehingga kebutuhan bahan bakar dalam negeri tetap dapat dipenuhi.
“Di mana kita bisa mendapatkan tambahan pasokan? Memang, yang dari Hormuz menyuplai sekitar 20 persen dari total kebutuhan global, tetapi kita masih memiliki sumber lain untuk memenuhi kebutuhan BBM tersebut,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa pemerintah terus memantau kondisi pasokan energi dengan tujuan untuk memastikan bahwa distribusi bahan bakar bagi operasional transportasi tidak terganggu, meskipun dihadapkan pada dinamika global yang bisa memengaruhi rantai pasokan energi.
➡️ Baca Juga: Panduan Efektivitas Pembelajaran Mendalam yang Efektif
➡️ Baca Juga: Kenaikan Harga Bahan Pokok: Apa Penyebabnya



