Pangkalan Militer Siprus Diserang Drone Shahed Iran, Inggris Siagakan F-35 dan Kapal Perang

Ketegangan yang meningkat di Timur Tengah semakin terlihat setelah sebuah pangkalan militer Inggris di Siprus menjadi target serangan drone yang diproduksi oleh Iran. Insiden ini muncul di tengah konflik regional yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat, menandakan ketidakstabilan yang semakin meluas.
Pangkalan udara RAF Akrotiri, salah satu instalasi militer strategis Inggris di Mediterania Timur, dilaporkan diserang oleh sebuah drone jenis Shahed pada awal pekan lalu. Drone ini merupakan pesawat nirawak yang sering digunakan dalam berbagai konflik di kawasan tersebut, menambah kompleksitas situasi yang sudah tegang.
Menurut laporan, serangan tersebut menyebabkan kerusakan ringan pada infrastruktur pangkalan, tetapi tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Meski demikian, insiden ini mendorong peningkatan langkah-langkah keamanan yang signifikan di pangkalan militer Inggris, menciptakan suasana waspada di kalangan personel yang bertugas.
Berdasarkan beberapa laporan dari media internasional, drone yang menyerang fasilitas RAF Akrotiri diduga diluncurkan dari Lebanon oleh kelompok Hizbullah, yang dikenal sebagai sekutu dekat Iran. Hal ini menambah dimensi baru dalam konflik yang melibatkan berbagai kekuatan di kawasan tersebut.
Pemerintah Siprus mengonfirmasi bahwa serangan itu terjadi sekitar tengah malam waktu setempat, menghantam area tertentu di dalam kompleks pangkalan Inggris. Selain drone yang berhasil mencapai target, pihak otoritas juga melaporkan bahwa dua drone lainnya berhasil dicegat sebelum mencapai posisi yang ditentukan.
Insiden ini menjadi salah satu peristiwa paling signifikan yang melibatkan fasilitas militer Inggris di Siprus dalam beberapa dekade terakhir, menandai peningkatan ancaman terhadap instalasi tersebut. Situasi ini memicu perhatian yang lebih besar dari pihak berwenang baik di Inggris maupun Siprus.
Menanggapi serangan tersebut, pemerintah Inggris segera mengambil langkah untuk meningkatkan kesiapsiagaan militernya di kawasan Mediterania Timur. Downing Street dilaporkan telah mengerahkan kapal perusak HMS Dragon, yang dilengkapi dengan teknologi pertahanan udara yang canggih, untuk menghadapi potensi ancaman dari rudal dan drone.
Selain itu, Inggris juga menyiapkan jet tempur F-35 di pangkalan RAF Akrotiri untuk memperkuat sistem pertahanan udara dan mempercepat respons terhadap kemungkinan serangan lebih lanjut. Tindakan ini menunjukkan kekhawatiran London akan kemungkinan meluasnya konflik di Timur Tengah yang dapat berdampak pada instalasi militer Barat di kawasan tersebut.
Serangan drone ini menimbulkan kekhawatiran di Siprus. Beberapa kelompok masyarakat bahkan mengadakan aksi protes di ibu kota Nicosia, menyerukan penutupan pangkalan militer Inggris di pulau itu. Tindakan ini menggambarkan ketidakpuasan publik terhadap keberadaan pangkalan militer asing di wilayah mereka di tengah meningkatnya ketegangan regional.
➡️ Baca Juga: Alasan Dubes RI untuk AS Kosong Selama 2 Tahun, Ini Jawaban Kemenlu
➡️ Baca Juga: Guru sambut baik pelatihan digital dari Kemendikbud




