Mode Muslim Berpadu dengan Pesona Musim Bunga di Panggung Runway Fashion

Jakarta – Bulan suci Ramadhan sering kali menjadi titik tolak bagi perkembangan industri modest fashion di Indonesia. Waktu ini tidak hanya dimanfaatkan untuk meluncurkan koleksi busana anyar, tetapi juga sebagai ajang bagi para perancang untuk mengekspresikan kreativitas mereka, menggabungkan nilai-nilai spiritual dengan keindahan mode.
Gelaran Ramadan Runway 2026 resmi dibuka di Grand Atrium, Ground Floor, Kota Kasablanka pada Jumat, 6 Maret 2026. Acara tahunan ini merupakan hasil kolaborasi antara Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Jakarta dengan pusat perbelanjaan tersebut, dan tahun ini mengusung tema “Blooming Ramadan”. Mari kita eksplorasi makna di balik tema tersebut!
Tema “Blooming Ramadan” dihadirkan melalui konsep visual yang terinspirasi oleh keindahan musim bunga yang sedang bermekaran. Ornamen bunga beraneka warna yang cerah tidak hanya menghiasi panggung utama, tetapi juga berbagai area pameran, menciptakan atmosfer yang ceria dan hangat bagi setiap pengunjung yang hadir.
Dana Duriyatna, Ketua APPMI Jakarta, menjelaskan bahwa tema ini dipilih sebagai simbol untuk menggambarkan keindahan dan pertumbuhan spiritual yang menyertai bulan Ramadhan.
“Ramadan Runway diadakan setiap tahun untuk memperkuat sektor ekonomi kreatif, khususnya industri mode Indonesia, dengan menekankan pada eksplorasi, edukasi, dan promosi yang berkelanjutan, dalam menyambut bulan suci Ramadhan yang indah dan puitis, mirip dengan musim bunga yang sedang mekar,” ungkap Dana Duriyatna dalam keterangan persnya pada Selasa, 10 Maret 2026.
Acara Ramadan Runway 2026 menampilkan lebih dari 60 desainer dan sekitar 80 tenant lokal, yang mempersembahkan berbagai koleksi busana modest fashion terbaru. Event ini berlangsung hampir sepanjang bulan, dari tanggal 5 hingga 29 Maret 2026, dengan rangkaian aktivitas yang tersebar di Grand Atrium, Mosaic Walk, dan Fashion Atrium di Kota Kasablanka.
Poppy Dharsono, Ketua Umum APPMI, menegaskan bahwa organisasinya telah lama berkomitmen untuk mendorong pengembangan modest fashion sebagai elemen penting dalam identitas industri mode nasional.
“Tekad kami untuk memajukan modest fashion di Indonesia tetap kuat dan tidak pernah surut. Bahkan, komitmen ini semakin menguat, karena sudah seharusnya modest fashion tanah air menjadi tuan rumah di negerinya sendiri. Dengan menggabungkan elemen busana muslim yang kaya akan kearifan lokal Nusantara, kita dapat menciptakan karakteristik unik yang menjadi daya tarik tersendiri di pasar global,” kata Poppy Dharsono.
➡️ Baca Juga: Prancis, Inggris, dan Jerman Siap Dukung AS dalam Operasi Militer Terhadap Iran
➡️ Baca Juga: Upaya Melestarikan Lingkungan Hidup di Indonesia




