Kedutaan Besar Amerika Serikat di Irak Menghadapi Serangan Roket dan Drone

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Irak mengalami serangan yang melibatkan roket dan drone pada 17 Maret 2026. Insiden ini terjadi di tengah ketegangan yang meningkat antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, yang telah berlangsung selama lebih dari dua minggu.
Pihak berwenang Irak mengonfirmasi bahwa beberapa roket dan sedikitnya lima drone diluncurkan menuju Kedutaan AS yang terletak di Baghdad pada pagi hari. Serangan ini menunjukkan ancaman yang terus menerus bagi keamanan fasilitas diplomatik tersebut.
Menurut informasi yang diperoleh dari Reuters, setidaknya tiga drone meluncur menuju kedutaan. Sistem pertahanan udara C-RAM berhasil mencegat dua dari drone tersebut, tetapi satu drone lainnya jatuh di dalam kompleks kedutaan, yang menyebabkan kebakaran dan asap mengepul. Ini dianggap sebagai serangan paling intens sejak awal konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
C-RAM adalah sistem pertahanan jarak dekat yang dirancang untuk menanggulangi serangan roket, artileri, dan mortar yang mengancam. Dengan kemampuan untuk menembakkan hingga 4.500 peluru per menit, sistem ini menjadi andalan dalam melindungi berbagai fasilitas tetap, seperti pangkalan militer, bandara, dan kedutaan.
Seorang sumber keamanan yang berbicara kepada AFP melaporkan bahwa serangan tersebut melibatkan tiga drone dan empat roket, dengan setidaknya satu drone jatuh di dalam kompleks kedutaan. Sebelumnya, sebelum serangan drone terjadi, sebuah roket yang diluncurkan ke arah Kedutaan Besar AS berhasil diamankan oleh sistem pertahanan udara.
Rekaman video yang menunjukkan sistem pertahanan udara berhasil mencegat proyektil juga beredar luas di media sosial pada hari yang sama. CNN mengonfirmasi bahwa footage tersebut memperlihatkan sistem pertahanan udara beraksi sekitar 600 meter dari Kedutaan Besar AS.
Setelah serangan tersebut, aparat keamanan Irak segera menutup kawasan Zona Hijau di pusat Baghdad. Zona ini dikenal sebagai area berpengamanan tinggi yang menjadi rumah bagi berbagai lembaga pemerintah dan kedutaan asing.
Kompleks Kedutaan Besar AS di Baghdad merupakan salah satu fasilitas diplomatik terbesar yang dimiliki oleh Amerika Serikat di seluruh dunia. Sejak dimulainya operasi militer AS dan Israel melawan Iran pada akhir bulan lalu, milisi Irak yang berafiliasi dengan Iran telah melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah kedutaan dan pangkalan militer AS di Irak. Secara spesifik, Kedutaan Besar AS di Baghdad telah mengalami serangan setidaknya empat kali sejak konflik ini dimulai. Pada 14 Maret, sebuah roket bahkan menghantam area helipad dalam kompleks kedutaan, sementara pada hari yang sama, sebuah drone menabrak atap Hotel Al-Ashiq yang terletak di dalam Zona Hijau, mengakibatkan kebakaran.
➡️ Baca Juga: Bupati Pekalongan Tidak Ditangkap Bersama Gubernur Jateng Menurut KPK
➡️ Baca Juga: Catat, Segini Batasan Minum Kopi Biar Tak Bikin Ginjal Rusak




