Kediaman PM Israel Benjamin Netanyahu Dijaga Ketat Setelah Jadi Target Iran

Pasukan keamanan Israel kini telah memperkuat pengamanan di sekitar kediaman Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang terletak di Yerusalem. Tindakan ini diambil sebagai langkah proaktif untuk mencegah kemungkinan serangan balasan dari Iran yang semakin meningkat.
Menurut laporan dari media Israel pada tanggal 8 Maret 2026, badan keamanan dalam negeri Israel, Shin Bet, telah mulai menggunakan drone untuk memantau area di sekitar rumah Netanyahu. Penggunaan teknologi ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih akurat dan cepat mengenai potensi ancaman.
Shin Bet juga mengambil langkah strategis dengan meningkatkan perlindungan bagi sejumlah pejabat tinggi, termasuk anggota kabinet keamanan Israel. Beberapa pejabat dinilai mendapatkan tingkat ancaman yang lebih tinggi, sehingga mereka dilengkapi dengan kendaraan lapis baja untuk menjamin keamanan mereka.
Perlindungan ekstra ini diberikan kepada mereka yang dianggap paling berisiko, di tengah kekhawatiran yang berkembang akan potensi serangan. Penilaian ini dilakukan berdasarkan analisis ancaman yang cermat oleh pihak berwenang.
Sebagai langkah pencegahan tambahan, keluarga beberapa menteri senior dipindahkan ke apartemen yang memiliki pengamanan khusus. Sementara itu, keluarga pejabat lainnya untuk sementara waktu ditempatkan di hotel yang lebih aman demi menjaga keselamatan mereka.
Namun, di balik langkah-langkah tersebut, muncul kritik dari sejumlah menteri yang tidak termasuk dalam kebijakan pengamanan ini. Mereka mempertanyakan keadilan dalam penilaian tingkat ancaman yang dinilai tidak merata, seperti yang dilaporkan oleh Channel I24.
Selain itu, Shin Bet baru-baru ini memperketat aturan mengenai penggunaan telepon seluler di kalangan para menteri. Kebijakan ini diambil sebagai respons terhadap potensi ancaman siber dari Iran, yang dapat berupaya melakukan serangan atau phishing melalui perangkat digital.
Pada bulan Oktober 2024, kelompok militan Lebanon, Hezbollah, pernah meluncurkan serangan drone ke kediaman pribadi Netanyahu yang berlokasi di Caesarea. Pada waktu serangan tersebut, Netanyahu diketahui tidak berada di rumah, sehingga insiden itu tidak menimbulkan korban jiwa.
Dari tiga drone yang diluncurkan dari Lebanon, dua berhasil dicegat, sementara satu lainnya jatuh di halaman rumah Netanyahu. Kejadian ini dengan cepat digolongkan sebagai upaya pembunuhan oleh media Israel dan Netanyahu sendiri.
Serangan ini terjadi di tengah ketegangan yang terus memuncak antara Israel dan Lebanon, yang saat itu terlibat dalam konflik yang sangat mematikan. Dalam konflik tersebut, Israel melakukan invasi, pendudukan, dan pengeboman di berbagai lokasi di Lebanon.
Saat ini, Israel juga terlibat dalam serangan militer bersama Amerika Serikat terhadap Iran yang dimulai pada 28 Februari. Serangan ini dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 1.255 warga Iran, menambah kompleksitas situasi yang sudah tegang di kawasan tersebut.
Operasi militer yang masih berlangsung ini merupakan puncak dari ancaman Amerika Serikat terhadap Iran terkait dengan program nuklir dan kebijakan pemerintahannya. Selain itu, konflik yang sudah berlangsung puluhan tahun antara Israel dan Teheran semakin memanas dengan adanya tindakan-tindakan agresif dari kedua pihak.
➡️ Baca Juga: Agung Podomoro Land Berikan Bantuan untuk Ribuan Anak Yatim Selama Ramadhan 2026
➡️ Baca Juga: Android 15 Beta Bikin Baterai Boros? Ini Setting Tersembunyi Buat Menghemat Daya!




