Kamp Militer Jerman di Yordania Diserang Rudal Balistik Iran Sementara Tampung Personel AS

Iran baru-baru ini dilaporkan meluncurkan serangan rudal ke arah kamp militer Angkatan Bersenjata Jerman (Bundeswehr) yang terletak di Pangkalan Udara Multinasional Al-Azraq, Yordania, pada malam tanggal 9 Maret 2026. Berita ini muncul dari laporan UNN yang mengutip informasi dari majalah Der Spiegel serta beberapa sumber terpercaya lainnya.
Dalam insiden tersebut, kamp militer Jerman di pangkalan Al-Azraq, yang juga menjadi lokasi penempatan personel Angkatan Udara Amerika Serikat, menjadi sasaran serangan rudal balistik yang diluncurkan oleh Iran.
Berdasarkan informasi awal, sebuah bangunan yang digunakan sebagai tempat tinggal bagi kontingen Jerman terkena dampak serangan tersebut. Namun, saat serangan terjadi, tentara Jerman berada di tempat perlindungan, sehingga tidak ada laporan mengenai korban jiwa di antara mereka.
Majalah Der Spiegel sebelumnya melaporkan pada tanggal 1 Maret bahwa serangan ini merupakan respons Iran terhadap serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel. Serangan tersebut menargetkan fasilitas militer di Irak dan Yordania yang memuat personel Bundeswehr.
Hingga kini belum ada kepastian mengenai apakah rudal Iran benar-benar menghantam pangkalan atau jika yang terjadi adalah pecahan rudal yang berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara dan jatuh di area militer.
Pasukan Jerman telah beroperasi di Al-Azraq selama beberapa tahun terakhir, di mana mereka berkontribusi dalam misi koalisi internasional anti-terorisme melalui pengisian bahan bakar udara. Mengingat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, Bundeswehr telah mengambil langkah-langkah pencegahan dengan mengurangi jumlah personel yang ditempatkan di Al-Azraq dari sebelumnya beberapa ratus tentara.
Saat ini, pasukan Jerman masih memiliki dua pesawat A400M Angkatan Udara yang berada di Al-Azraq, yang siap untuk melakukan operasi evakuasi jika diperlukan.
Di tempat lain, pada hari yang sama, dua orang dilaporkan terluka akibat serangan Iran yang terjadi di dua lokasi berbeda di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.
Sebelumnya, pada tanggal 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap beberapa target di Iran, termasuk di ibu kota Tehran. Serangan tersebut mengakibatkan kerusakan yang signifikan serta korban jiwa di kalangan sipil. Sebagai bentuk reaksi, Iran kemudian menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah sebagai respons defensif.
AS dan Israel, yang awalnya menyebut serangan mereka sebagai tindakan “pencegahan” untuk menangkal ancaman dari program nuklir Iran, kemudian menegaskan bahwa tujuan mereka adalah untuk melihat perubahan dalam kekuasaan di Iran.
➡️ Baca Juga: Perusahaan Tahan Ijazah di Surabaya Diduga Potong Gaji Karyawan yang Jumatan
➡️ Baca Juga: Ciri-ciri Ordo Lepidoptera: Mengenal Serangga Cantik




