Israel Siap Ambil Tindakan Tegas Terhadap Pengganti Ayatollah Ali Khamenei

Israel mengancam akan mengambil langkah tegas terhadap pemimpin rezim Iran yang diperkirakan akan menggantikan Ali Khamenei. Menteri Pertahanan Israel mengungkapkan bahwa mereka tidak akan ragu untuk membunuh jika penerus Khamenei melanjutkan ideologi yang dianggap berbahaya.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menegaskan melalui akun media sosialnya bahwa setiap pemimpin yang ditunjuk oleh rezim Iran untuk meneruskan rencana menghancurkan Israel, serta mengancam Amerika Serikat dan dunia, akan menjadi target utama untuk dihilangkan. Pernyataan ini mencerminkan sikap agresif Israel terhadap ancaman yang mereka anggap berasal dari Iran.
Katz menyatakan bahwa ia dan Perdana Menteri Israel telah memberikan instruksi kepada Angkatan Bersenjata Israel (IDF) untuk bersiap dan melakukan tindakan yang diperlukan demi mencapai tujuan tersebut.
“Siapa pun yang terpilih atau di mana pun mereka bersembunyi, Perdana Menteri dan saya telah memerintahkan IDF untuk bersiap dan bertindak dengan segala cara untuk menjalankan misi ini sebagai bagian dari strategi kami,” tambah Katz.
Pernyataan ini muncul setelah munculnya laporan mengenai putra Khamenei, Mojtaba Khamenei, yang sedang dipertimbangkan sebagai calon pengganti oleh kelompok ulama senior yang berpengaruh di Iran.
Media Israel dan saluran oposisi Iran melaporkan pada hari Selasa bahwa Mojtaba telah terpilih, meskipun belum ada konfirmasi resmi dari media pemerintah Iran.
“Kami akan terus bertindak dengan kekuatan penuh, bersama mitra kami di Amerika Serikat, untuk menghancurkan kemampuan rezim ini dan menciptakan kondisi bagi rakyat Iran untuk menggulingkan dan menggantikan pemerintahan yang ada,” tandas Katz.
Sebagaimana diketahui, Ali Khamenei, bersama dengan sekitar 40 pejabat senior Iran, termasuk Menteri Pertahanan dan Kepala Intelijen, tewas dalam operasi gabungan yang dilakukan oleh AS dan Israel di kompleks Khamenei di Teheran pada dini hari, 28 Februari.
Dalam serangan tersebut, saat para pejabat Korps Pengawal Revolusi Iran sedang menggelar rapat penting di lokasi yang sangat terjaga, jet tempur Israel meluncurkan serangan yang menghancurkan bangunan tersebut menjadi reruntuhan.
Setelah kematian Khamenei, Iran sementara dipimpin oleh dewan transisi yang terdiri dari tiga orang, termasuk dua orang yang dekat dengan pemimpin tertinggi dan Presiden Masoud Pezeshkian. Dewan ini akan menjalankan pemerintahan hingga Majelis Ahli yang beranggotakan 88 orang memilih pemimpin baru untuk negara tersebut.
➡️ Baca Juga: Empat Rudal Balistik Iran Menyerang Kapal Induk AS USS Abraham Lincoln
➡️ Baca Juga: Ucon Lebih Pilih Pakai Uang Pensiunnya Beli Emas untuk Investasi




